Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama melalui Direktorat Penerangan Agama Islam menggelar kegiatan Dialog Ormas Islam Tingkat Nasional bertema Penguatan Moderasi Beragama untuk Kerukunan Bangsa dan Negara (Perspektif Organisasi Kemasyarakatan Islam). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu, (29/5/2023) di Jakarta, dan dibuka langsung oleh Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi.
Ahmad Zayadi menyampaikan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi. “Kita tidak membayangkan, ada sekian Ormas dengan wasilah Kasubdit Kemitraan Umat Islam, akhirnya punya kesempatan untuk bisa bertemu. Ini tentu tidak hanya menyambungkan fisik, awalnya kita tidak pernah ketemu, tapi juga karena yang berkumpul adalah aktivis Ormas Keagamaan Islam, ngobrolnya berlanjut,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi menjelaskan, Dialog Ormas Islam ini merupakan salah satu Renstra Kementerian Agama. Kementerian Agama sebagai struktur negeri memiliki kepentingan yang erat dengan Ormas Islam, jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Ormas Islam yang sudah berumur di atas 100 tahun memiliki peran dan kontribusi bagi lahirnya negara Indonesia kesatuan,” jelas Ali.
Ali mengatakan, keragaman yang ada dari Sabang sampai Merauke, tidak hanya dalam konteks agama, tetapi juga dalam konteks budaya, bahasa, adat istiadat, dan sebagainya.
“Untuk itu, dalam konteks kehidupan berbangsa seperti Indonesia ini, dialog-musyawarah adalah kata kunci untuk merekatkan berbagai keragaman yang ada," tuturnya.
Zaini Antoni Riyadi selaku Analis Kebijakan Sub Koordinator Kemitraan Umat Islam sekaligus Ketua Panitia melaporkan, peserta dalam kegiatan ini terdiri dari 25 perwakilan dari Ormas Pusat, 65 dari Ormas perwakilan 34 provinsi, dan 20 perwakilan Kementerian Agama.
Ba/Mr



