Kota Bandung, Bimas Islam -- Kementerian Agama melakukan penguatan penerapan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura) dalam penentuan awal bulan Hijriah di lingkungan pesantren, pada kegiatan Diseminasi Nasional Penerapan Kriteria MABIMS untuk Wilayah Sumatra, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat di Kota Bandung, Rabu (12/7/2023).
Peserta sebanyak 60 orang yang terdiri dari utusan pondok pesantren dari wilayah Sumatra, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, pegawai Kemenag, serta praktisi hisab rukyat ini diharapkan dapat memahami metode penghitungan MABIMS.
Kegiatan tersebut dibuka Direktur Penerangan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar), Adib. Dalam sambutannya ia mengatakan, kegiatan itu bukan merupakan langkah penyatuan pemikiran dalam menentukan awal bulan Hijriah, tetapi sebagai penguatan dan dialog dalam menemukan titik temu.
“Kriteria penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan pemerintah merupakan kesepakatan bersama yang mengupayakan titik temu temu antara pengamat rukyatulhilal dan pengamat hisab,” ujar Adib.
Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi dalam laporannya mengatakan, pelayanan hisab rukyat termasuk dalam tugas dan fungsi Kemenag berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 72 Tahun 2022 yang di dalamnya Direktorat Urais dan Binsyar berfungsi dan bertugas melaksanakan penyiapan, perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan, norma, standar prosedur, kriteria, bimbingan teknis, dan evaluasi bidang hisab rukyat.
“Berkaitan dengan hal tersebut, perlu digelar sebuah kegiatan untuk membahas, berdialog, dan memberi pemahaman lebih lanjut tentang kriteria baru MABIMS sebagai kriteria yang dipakai dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia,” ucap Ismail.
kegiatan Diseminasi Nasional Penerapan Kriteria MABIMS untuk Wilayah Sumatra, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat digelar selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (12-14/7/2023). Menjadi narasumber dalam kegiatan itu, Ma'rufin Sudibyo dari Ekliptika Institute, Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas Badan Informasi Geospasial (BIG), Khafid, Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Ahmad Izzuddin, danPakar astronomi dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya.
Fn/Mr



