Belitung Timur, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama (Kemenag), Tarmizi Tohor membuka secara resmi kegiatan Workshop Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat di Kantor Kemenag Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Selasa (23/5/2023).
Workshop tersebut digelar di lima titik secara bersamaan, yakni Provinsi Bangka Belitung, KUA Manggar didampingi LAZ Rumah Zakat; Provinsi Jawa Tengah, KUA Kebumen didampingi LAZ Rumah Zakat; Provinsi D.I Yogyakarta, KUA Umbulharjo didampingi LAZ Rumah Zakat; Provinsi Jawa Barat, KUA Cikalong Kulon didampingi LAZ IZI (Inisiatif Zakat Indonesia); dan Provinsi Jawa Timur, KUA Blimbing didampingi YDSF (Yayasan Dana Sosial al-Falah).
Tarmizi mengatakan, program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat bersifat produktif. Ia meyakini, dana sosial keagamaan seperti zakat, infak, dan wakaf dapat berdampak pada pemberdayaan ekonomi umat. Sehingga, menurutnya, semangat umat Islam yang berkemampuan untuk berzakat dan berwakaf akan meningkat.
“Orang kaya, jika melihat program ini berhasil, makin banyak yang akan berzakat. Karena mereka sudah melihat hasil produknya,” jelasnya.
Tarmizi juga menyampaikan, program ini akan berkelanjutan. Ia berpesan agar kegiatan workshop ini bisa dimaksimalkan. “Diharapkan kegiatan ini berjalan dengan baik, semoga dalam waktu dekat, ekonomi penerima manfaat bisa berkembang,” pungkasnya.
Pembukaan Workshop Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat ini dihadiri perwakilan dari masing-masing Kanwil, Kemenag kabupaten/kota, KUA, 50 orang penerima manfaat, 50 Penyuluh Agama Islam PNS dan non-PNS, serta perwakilan LAZ, Rumah Zakat, IZI, dan YDSF sebagai pendamping.
Ba/Mr



