Yogyakarta, Bimas Islam --- Untuk pertama kalinya Kementerian Agama menggelar Festival Seni Budaya Islam (SBI) Tingkat Nasional Tahun 2019. Festival ini memiliki dua cabang yaitu cabang lagu religi dan teather. Pada hari pertama, ada 54 peserta yang tampil pada cabang lagu religi dan berhasil memukau dewan juri.
“54 peserta dari seluruh Indonesia, banyak talenta, ini menurut saya perubahan yang luar biasa. Dari sisi kualitas rata-rata sangat bagus sekali. Mereka banyak yang memiliki karakter suara yang khas”, ujar Agus Idwar, salah satu dewan juri kepada bimasislam dilokasi acara. Agus Idwar adalah musisi senior yang dikenal sebagai pendiri group Senada.
Antusiasme peserta yang semuanya anak-anak muda membuat Agus Idwar bangga. Menurutnya, kondisi ini berbeda para tahun 80 an. Meskipun pada tahun 2005 lagu-lagu religi sempat jadi primadona, keberadaanya semakin senyap hingga kehadiran group Sabyan dengan lagu-lagu shalawatnya.
“Festival hari ini kita bangga anak-anak muda total untuk menekuni lagu religi. Tahun 80 an susah banget, jangankan mengikuti festival musik religi. Yang ada meraka mengucap assalamualaikum aja lidahnya kelu”, ungkap Agus Idwar mengingat pengalaman masa lalunya.
Agus Idwar mengajak musisi muda untuk belajar dari kesuksesan para seniornya, di antaranya Bimbo, Hadad Alwi, Uje dan Opic. Dari pada musisi senior inilah musik religi yang dulunya hanya dinikmati di bulan ramadhan kini menjadi musik yang dapat dinikmati siapapun dan kapanpun.
Agus Idwar pun berpesan agar generasi muda lebih pede menyanyikan lagu-lagu religi tanpa mengubah genre music yang sudah digeluti selama ini.
“Kita tidak ingin membuat dikotomi atau islamisasi aliran musik, tidak perlu. Ketika kita berani untuk menyanyikan lagu dengan gaya band masing-masing itu bagus. Anda tidak perlu pindah genre yang penting kontennya. Cuma bagaimana kita membawakan genre dengan muatan yang Islami di dalamnya”, terang Agus Idwar.
Sahabat Opic dan alm. Uje (Ust. Jefri Al-Buchori) ini pun bergarap Festival Seni Budaya Islam mampun menumbuhkan bakat-bakat baru musick religi. “Mudah-mudahan ini bisa menumbuhkan bakat-bakat khusus untuk musik religi. Akhirnya membuat orang punya semangat. Bayangin kalau latihan tetapi tidak ada moment untuk tampil kan tidak enak, latihan tapi tidak pernah manggung kan bisa bubar band nya”, pungkasnya.
Acara yang bertajuk "Seni Budaya Islam Sebagai Penguat Moderasi Beragama" ini berlangsung selama empat hari, pada tanggal 22-25 Oktober 2019 di Gelanggang Olahraga Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Penulis: syamsuddin
Editor: syamsuddin
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



