Pontianak, Bimas Islam -- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Kelas Literasi Zakat dan Wakaf. Kegiatan tersebut dibarengi dengan Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Mustahik Disabilitas serta Malam Penghargaan Insan Zakat, Senin (15/5/2023) di Pontianak.
Kakanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis menyambut baik kegiatan ini. “Saya menyambut baik kegiatan kelas literasi zakat dan wakaf ini, agar tumbuh kesadaran dalam membayar zakat di tengah masyarakat. Sebab, potensi zakat di Indonesia sangat besar, tetapi yang terkumpul belum sesuai harapan. Karenanya, penting mengatur strategi untuk memacu masyarakat mengeluarkan zakat,” ungkapnya.
Menurut Muhajirin Yanis, zakat merupakan bentuk manifestasi kesalehan dan ketaatan umat Islam. Syarat dan ketentuannya sudah ditetapkan dalam al-Qur’an, hadis, dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.
“Zakat pengelolaannya dibentuk oleh pemerintah dan masyarakat, tetapi daya paksanya belum kuat selayaknya membayar pajak. Padahal, zakat dapat memberdayakan masyarakat. Selain membantu mustahik, kelompok disabilitas juga harus diperhatikan,” jelas Muhajirin Yanis.
Muhajirin menegaskan, Lembaga Amil Zakat (LAZ) tumbuh subur di Indonesia. Hal ini harus dipahami sebagai kekuatan, bukan saingan. Mesti dijadikan mitra untuk memberdayakan zakat. "BAZNAS dan LAZ harus terus bersinergi untuk mendongkrak dan meningkatkan jumlah pengumpulan zakat,” pungkas Muhajirin Yanis.
Sementara itu, Ketua Panitia Kelas Literasi Zakat dan Wakaf, Emmy Jumartina mengatakan, kegiatan ini dilakukan secara Luring dan Daring. Turut hadir Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Kalbar Rohadi, Kabag Tata Usaha Kaharudin, Kepala Kemenag Kabupaten/kota se-Kalbar, BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat Kabupaten/kota se-Kalbar, serta para mustahik disabilitas.
“Narasumber FGD menghadirkan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor, secara Daring melalui Zoom Meeting. Kemudian, narasumber lainnya yang hadir Wajidi Sayadi, akademisi IAIN Pontianak dan Wakil Ketua MUI Kalbar, Salman Busra selaku Pimpinan Pontianak Post dan Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia. Selain itu disesi selanjutnya narasumber hadirkan Hamzah Tawil, Wakil Ketua BAZNAS Kalbar, Asrul Putra Nanda, Ketua Forum Organisasi Zakat,” terang Emmy.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor menyampaikan materi tentang roadmap literasi zakat dan wakaf nasional. Ia menuturkan, “Indonesia merupakan negara nomor 1 muslim dermawan di dunia. Hal itu diungkap dari Riset dari World Giving Indeks 2022. Lembaga dan badan amil zakat terbanyak sejumlah 665, terdiri dari 525 BAZNAS dan 140 Lembaga Amil Zakat. Potensi pendapatan zakat di Indonesia 327 Triliun/tahun, namun realisasinya hanya 22 tahun,” ungkapnya.
Di samping itu, Wajidi Sayadi menekankan pentingnya membangun hubungan baik antara muzaki dengan mustahik, agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Dosen ilmu hadis IAIN Pontianak ini menekankan pentingnya akhlak dan profesionalitas pengelola zakat. Ia juga berpesan agar pengelola zakat meningkatkan kompetensi, berpikir kreatif, dan membangun kolaborasi.
Wajidi Sayadi mengatakan, dalil diperintahkannya berzakat ditegaskan dalam al-Qur’an QS. At-Taubah ayat 9, “Ambillah dari sebagian harta mereka sebagai zakat, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka," jelasnya.
Narasumber lainnya, Salman Busra menerangkan, media terbagi ke dalam dua jenis, konvensional dan media sosial. Saat ini, menurutnya, masyarakat lebih dominan menggunakan media online. Selaku pimpinan Pontianak Post, ia menegaskan, media siap bekerja sama untuk membantu pelatihan menulis berita atau merilis kegiatan.
“Saya harap semua BAZNAS kabupaten/kota punya website. BAZNAS Provinsi bikin website, Subdomain BAZNAS kabupaten/kota. Bikin aplikasi mobile-nya, sehingga mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, juga harus aktif di media sosial. Kerja sama juga dengan Biro Pontianak Post di kabupaten/kota se-Kalbar. Selain itu perlu server dan conten creator. Saya sarankan untuk penerapan zakat online. Terakhir, saya memberikan apresiasi dengan diselenggarakannya Insan Zakat Award. Tiada kemajuan tanpa kompetensi,” pungkas Salman Busra.
(HDI/Aspari/Mr)



