Jakarta, Bimas Islam – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar pengajian daring Fiqh Bi’ah atau fikih lingkungan selama bulan Ramadan. Program ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat tentang ajaran Islam dalam menjaga keseimbangan alam. Kitab yang dikaji adalah Himayah al-Bi’ah fi al-Syari’ah al-Islamiyyah karya Syekh Wahbah al-Zuhaili.
Edisi Kedua dari kegiatan tersebut akan digelar Kamis, 13 Maret 2025 setelah edisi perdana dilaksanakan Kamis pekan lalu. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsyad Hidayat mengatakan, Islam mengajarkan keseimbangan alam sebagai bagian dari syariat.
"Fitrah alam semesta ini adalah keseimbangan. Islam menekankan bahwa mencintai lingkungan merupakan bagian dari syariat," ujarnya sambil mengutip surah Al-Qamar ayat 49.
Penguatan Ekoteologi dalam Program Prioritas Kemenag
Ngaji Fiqh Bi’ah merupakan bagian dari program Penguatan Ekoteologi, salah satu dari delapan program prioritas (Asta Protas) Kemenag yang mendukung Asta Cita serta 17 program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebelumnya, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan, ajaran agama kaya akan nilai-nilai pelestarian lingkungan. "Dalam Islam, ada konsep khilafah yang mengamanahkan manusia sebagai pelestari alam raya. Hindu memiliki ajaran Tri Hita Karana, sementara dalam Katolik ada Laudato Si’," katanya saat meluncurkan Asta Protas pada Kamis (6/3/2025).
Islam secara tegas mengecam segala bentuk perusakan lingkungan. Ajaran ini telah banyak dibahas oleh ulama, termasuk Yusuf al-Qaradawi dalam Ri‘ayah al-Bi’ah fi al-Shari’ah al-Islamiyyah, Muhammad ‘Iz Mahmud al-Shahib dalam Al-Nahj al-Islami fi Himayat al-Bi’ah, serta KH Ali Yafie dalam bukunya Merintis Fiqh Lingkungan Hidup.
Dalam pengajian perdana, kitab Himayah dibahas secara mendalam menggunakan metode bandungan, tradisi pesantren di mana seorang alim membacakan kitab dan peserta menyimak serta mencatat penjelasannya.
Ustadz Hafiz Kurniawan mengampu sesi pertama dengan mengulas bagaimana ajaran Islam mengatur hubungan manusia dengan lingkungan. Pengajian berikutnya akan digelar pada Kamis (13/3/2025) dengan pemateri Faried F. Saenong, Staf Khusus Menteri Agama.
Arsad Hidayat menegaskan pentingnya penyebaran pemahaman Fiqh Bi’ah kepada masyarakat luas. "Cinta lingkungan dan cinta kemanusiaan mesti menjadi ruh bagi setiap program yang dilaksanakan oleh Direktorat Urais dan Binsyar," pungkasnya.
Dengan adanya pengajian ini, Kemenag berharap nilai-nilai pelestarian lingkungan dalam ajaran Islam semakin dipahami dan diamalkan oleh umat Muslim dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Mr



