Jakarta, Bimas Islam -- Pemantauan dilakukan di seluruh Indonesia dan khusus tim dari Kemenag RI di dua daerah yaitu di Kupang Nusa Tenggara Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Sabtu (20/5/2023).
Berdasarkan seluruh sistem perhitungan hisab, disepakati melalui ijtimak, Zulkaidah 1444 H jatuh pada Jumat, 19 Mei 2023/29 Syawal 1444 H, pukul 22.53 WIB.
Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag RI, Ismail Fahmi mengatakan, masyarakat dapat melakukan pemantauan atau rukyatul hilal awal Zulkaidah ini dan posisi hilal sudah memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
Proses rukyat akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Mei 2023/29 Syawal 1444 H, bertepatan dengan posisi ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam berkisar antara 5,03°(lima koma nol tiga derajat) di Merauke, Papua sampai dengan 7,89° (tujuh koma delapan puluh sembilan derajat), di Sabang, Aceh dengan sudut elongasi berkisar antara 8,05° (delapan koma nol lima derajat) sampai dengan 9,52° (sembilan koma lima derajat).
“Dengan ketinggian ini, kami berharap masyarakat dapat melaksanakan pengamatan hilal, karena posisi hilal sudah memenuhi kriteria MABIMS dan mudah untuk diobservasi jika cuaca cerah. Pengamatan ini sangat penting untuk memberi edukasi kepada masyarakat terkait penentuan awal bulan kamariah” kata Ismail, Jumat (19/5/2023).
“Kementerian Agama Republik Indonesia sudah mengerahkan Tim Rukyatul Hilal dari Subdit Hisab Rukyat dan Syariah untuk mengamati hilal awal bulan Zulkaidah 1444 H di Pos Observasi Bulan Syekh Belabelu, D.I. Yogyakarta dan Stasiun BMKG Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur," pungkasnya.
Fn/Mr



