Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin membuka secara resmi Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Kolaborasi Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, Kamis (25/5/2023), di Jakarta, bersama perwakilan dari 87 lembaga zakat yang menyatakan berkomitmen pada program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat. Kegiatan ini juga diikuti unsur Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, dan BAZNAS.
Kamaruddin mengatakan, peran KUA sangat fundamental dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.
“KUA Revitalisasi tidak hanya mencatat peristiwa nikah tapi berperan sangat sentral dalam mengatasi sejumlah persoalan-persoalan keluarga Indonesia. Salah satu masalah keluarga adalah masalah ekonomi umat,” jelasnya.
Kamaruddin ingin, umat Islam di Indonesia yang kurang beruntung secara ekonomi bisa diberdayakan. Ia meminta LAZ dan BAZ sebagai lembaga yang diamanahkan negara terus berupaya mengangkat perekonomian masyarakat yang membutuhkan.
“Oleh karena itu, kita berkolaborasi, bersinergi untuk membantu kaum duafa dan miskin di Indonesia, dengan melakukan pemberdayaan ekonomi umat berbasis KUA,” ajaknya.
Senada dengan itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor dalam laporannya menyampaikan, terdapat dua tujuan dari Rakor Kolaborasi Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat Tahun 2023 ada dua. Pertama, meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan lembaga zakat dalam program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat. Kedua, melakukan evaluasi pelaksanaan program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat.
Rakor Kolaborasi Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat Tahun 2023 ini berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, (25-27/5/2023).
Ba/Mr



