Jakarta, Bimas Islam – Seleksi tahap kedua program pengiriman imam masjid ke Uni Emirate Arab (UEA) telah dilaksanakan pada Kamis hingga Jumat, 11-12 Mei 2023 secara Daring dan Luring. Pada tahap ini, para peserta mengikuti Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara online.
50 peserta tidak mengikuti CAT, dan lima peserta tidak mengikuti tes wawancara. Sehingga, peserta yang mengikuti tahap kedua ini berjumlah 296 orang.
Pada sesi CAT, para peserta menjawab pertanyaan seputar tajwid, fikih, bahasa Arab, dan moderasi beragama. Sementara dalam sesi wawancara, para peserta diuji dalam pelafalan fashohah, tahfid, dan kemampuan berbahasa Arab secara lisan.
Tim pelaksana bersama Kementerian Agama langsung menggelar rapat penentuan kelulusan peserta, Jumat malam (12/5/2023) pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB di Jakarta.
Kelulusan peserta di tahap kedua ini ditentukan dengan mempertimbangkan aspek penilaian, penetapan batas nilai, dan penentuan jumlah peserta terpilih.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib mengatakan, pengiriman imam akan diperbanyak tahun ini, sesuai hasil negosiasi dengan pihak UEA.
“Ini adalah hasil terbaik yang sudah kita peroleh, dan jumlah peserta lulus yang akan kita tentukan hari ini belum absolut, karena ada proses selanjutnya. Saya harap banyak yang bisa diikutkan ke tahap berikutnya,” ujarnya.
Hasil tes CAT dan wawancara akan diumumkan pada Selasa, 16 Mei 2023. Terlebih dahulu, akan dilakukan proses tracing oleh Kementerian Agama. Peserta yang lulus akan diundang ke Jakarta untuk melanjutkan ke tahap ketiga. Mereka akan melalui proses wawancara oleh para Syekh dari UEA pada 20 hingga 22 Mei 2023.
Fn/Mr



