Jakarta, Bimas Islam-- Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin mengatakan, pihaknya akan menggelontorkan bantuan total Rp1,6 miliar untuk Program Kampung Zakat (KZ) di 2024. Pernyataan ini disampaikan Muhib di sela acara Rapat Koordinasi Kolaborasi Program Kampung Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Umat di Jakarta, Selasa (6/8/2024) malam.
“Pemberian bantuan ini merupakan stimulus untuk operasional program Kampung Zakat yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Muhib.
Dikatakannya, penyaluran bantuan akan dilakukan melalui dua skema, pertama bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kedua skema kolaborasi sumber pendanaan dari zakat, infak, sedekah (ZIS).
“Penyaluran bantuan ZIS akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) baik di tingkat nasional maupun daerah. Tujuannya untuk pengembangan program KZ yang meliputi bidang dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi, dan kesehatan,” imbuhnya.
Selain program KZ, Muhib menyebut, 200 titik KUA program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) bisa terlaksana di tahun 2024.
“Kolaborasi tersebut merupakan salah satu wujud komitmen Kemenag untuk memberdayakan zakat dan wakaf bagi kemaslahatan masyarakat, serta upaya pengentasan kemiskinan yang masih melanda,” jelasnya.
Muhib menyebut, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), masih terdapat 25,9 juta jumlah penduduk dalam kondisi miskin, lima persen dari angka tersebut masuk dalam kategori miskin ekstrem.
“Kemiskinan ekstrem ini seharusnya sudah zero persen di tahun 2024. Namun, kita harus tetap optimis dan yakin, dengan bergandengan tangan secara kolaboratif memaksimalkan zakat, kita pasti mampu mengentaskan kemiskinan. Dengan zakat, tidak ada lagi kekayaan berkumpul di hanya segelintir orang,” imbuhnya.
Pada acara yang mengangkat tema ‘Pembangunan, Pemerataan Ekonomi, dan Pemberantasan Kemiskinan dari Desa’ itu, Muhib menegaskan, pembangunan tidak hanya dilakukan di perkotaan, tapi juga harus menyasar di desa-desa.
“Sehingga program yang kita kolaborasikan bisa berdampak positif, serta kesejahteraan bisa merata di seluruh pelosok-pelosok negeri yang kita cintai ini,” pungkasnya.
Rapat tersebut dihadiri oleh sekitar 200 peserta secara onlinedan offline yang berasal dari perwakilan Kantor Wilayah Kemenag dan berbagai stakeholderprogram Kampung Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Umat.
An/Mr



