Banjarnegara, Bimas Islam --- Kementerian Agama mengajak Penyuluh Agama Islam untuk aktif melakukan sosialisasi penurunan angka stunting dan cegah kawin anak melalui media sosial. Hal ini seperti diungkap Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Kemenag, Agus Suryo Suripto dalam Rapat Koordinasi dan Seminar Nasional Kelompok Kerja Penyuluh Karesidenan Banyumas di Banjarnegara, Kamis (24/2/22).
"Penyuluh Agama Islam sebagai pasukan elitnya Kemenag dapat menyampaikan, mentransformasikan, dan mengedukasi masyarakat dalam pencegahan kawin anak dan penurunan angka stunting," kata Suryo.
Suryo menambahkan, selain melalui majelis taklim, masjid, dan musala, sosialiasi juga bisa digencarkan melalui media sosial. Suryo memotivasi Penyuluh untuk memanfaatkan antusiasme masyarakat dalam menggunakan perangkat teknologi ini.
"Edukasi kepada masyarakat bukan hanya di pengajian, tetapi juga dengan memanfaatkan media sosial. Hari ini, hampir tidak ada anak yang tidak memiliki ponsel. Anak-anak remaja kita aktif di Youtube, Tiktok, dan media sosial lainnya," tambahnya.
Suryo menjelaskan, jika konten edukasi cegah kawin anak dilakukan secara masif dan berkesinambungan, seiring berjalannya waktu konten tersebut akan membanjiri berbagai kanal media sosial.
"Jika satu orang Penyuluh membuat satu konten setiap hari, maka dalam satu tahun media sosial kita akan dipenuhi konten karya Penyuluh," terangnya.
Suryo juga mengajak Penyuluh menyajikan konten edukasi secara kreatif dengan menyampaikan berbagai sudut pandang. "Buat konten dari sisi agama, sosial, kesehatan, dan berbagai perspektif lain agar masyarakat melihat bahwa Penyuluh memang hadir dan dibutuhkan masyarakat," pungkas Suryo dalam acara yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



