Bogor, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat layanan digital di bidang urusan agama Islam dan bina syariah. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (4/11/2024), di Bogor untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan.
Aplikasi-aplikasi yang dibahas dalam FGD ini meliputi SIMAS (Sistem Informasi Masjid), SIMPEKA (Sistem Informasi Penanganan Konflik Keagamaan), ELIPSKI (Elektronik Literasi Kepustakaan Keagamaan Islam), dan SIHAT (Sistem Informasi Hisab Rukyat). Setiap aplikasi ini memiliki peran spesifik yang mendukung kebutuhan masyarakat di bidang keagamaan.
SIMAS, misalnya, berfungsi menyediakan data dan informasi terkait masjid di Indonesia. Di sisi lain, SIMPEKA dirancang untuk menangani potensi konflik keagamaan, sementara ELIPSKI menawarkan akses ke literatur digital Islam. SIHAT hadir untuk memberi informasi yang berkaitan dengan hisab dan rukyat.
Menurut Kasubbag Tata Usaha Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Fathur Rozi, aplikasi-aplikasi ini membantu masyarakat memperoleh informasi lebih cepat dan akurat. "Layanan keagamaan berbasis digital seperti SIMAS, SIMPEKA, ELIPSKI, dan SIHAT sangat membantu kami dalam memperoleh informasi dengan lebih cepat dan akurat," ujarnya.
FGD ini diharapkan mampu menghasilkan solusi efektif dalam pengembangan layanan digital agar lebih maksimal dalam melayani masyarakat. "Kami ingin memastikan aplikasi-aplikasi ini benar-benar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh," tambah Fathur Rozi.
Kemenag berkomitmen untuk terus meningkatkan akses dan kualitas layanan keagamaan berbasis teknologi demi mempermudah masyarakat serta pemangku kepentingan dalam mengakses informasi terkait urusan agama Islam dan bina syariah.
Msk/Mr



