Belitung, Bimas Islam --- Kementerian Agama berharap kepada seluruh amil dan nazhir memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Hal tersebut dikatakan Kasi Data dan Informasi Zakat Wakaf Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Achmad Soleh saat memberikan materi Edukasi Zakat Wakaf di Lingkungan Kanwil Kemenag Bangka Belitung, Jumat (9/4).
“Sebab selain kemampuan pengelolaan dana zakat dan wakaf, komunikasi tidak kalah penting bagi amil dan nazhir,” katanya.
Soleh menjelaskan kemampuan komunikasi bagi amil adalah untuk menarik muzaki untuk mendermakan kepada lembaga pengelola zakat resmi, dan memberikan pelatihan, pendampingan bagi mustahik.
“Selain memiliki kemampuan pendampingan usaha, komunikasi yang baik itu wajib, karena menyampaikan dengan bahasa mudah dipahami lebih cepat diterima dan dapat merubah mustahik menjadi muzaki,” urainya.
Sedangkan kemampuan komunikasi bagi nazhir, Soleh menambahkan adalah untuk menarik investor untuk berinvestasi dalam mengembangkan wakaf produktif. Sebab, saat ini pengembangan wakaf hanya sebatas 3M (masjid, makam, dan masdrasah).
“Untuk melibatkan investor diperlukan nazhir dengan komunikasi baik. Karena mengajak investor untuk berinvestasi bukanlah hal yang mudah,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



