Bogor, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama, Adib berharap, 50 Agen Resolusi Konflik (ARK) 2022 memiliki ‘pisau’ analisis yang tajam dalam pencegahan konflik di masyarakat.
“Para Agen Resolusi Konflik harus memiliki kepekaan tinggi dalam membaca yang terjadi di balik fenomena. Sehingga sebelum konflik membesar, bahkan percikan ke arah konflik langsung bisa dicegah,” kata Direktur saat membuka Pembekalan Resolusi Konflik di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Selasa (22/3) malam.
Direktur mengatakan, Indonesia sebagai negara yang memiliki tingkat keberagaman budaya, bahasa, etnis, dan agama terbesar di dunia, berpotensi besar terjadinya konflik di tengah masyarakat.
“Dibutuhkan peran ARK dalam menjaga persatuan Indonesia,” urainya.
Selain itu, Direktur mengatakan, para ARK juga harus menguasai teknologi informasi untuk mencegah konflik yang sering terjadi di media sosial (medsos).
“Di era kemajuan teknologi saat ini, medsos sering kali digunakan untuk menyemai bibit-bibit konflik dan perpecahan. ARK harus dapat mencegahnya sebelum beralih ke dunia nyata,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



