Tangerang Selatan, Bimas Islam --- Harmonisasi Dakwah Islam di Wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terpencil) resmi berakhir pada Sabtu (20/11/21). Kegiatan secara resmi ditutup oleh Koordinator Fungsi Dakwah dan Hari Besar Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, Lubenah.
"Dakwah di wilayah 3T memiliki banyak tantangan. Semoga bekal ilmu dan diskusi yang disampaikan para narasumber bisa diaplikasikan dalam berdakwah," harap Lubenah.
Khusus terkait Moderasi Beragama sebagai program prioritas Kemenag, Lubenah berharap para dai terus merawat toleransi dan kecintaan terhadap Bangsa Indonesia.
"Teruslah pupuk nasionalisme dan kecintaan kepada bangsa Indonesia di wilayah dakwah tempat bertugas serta merawat toleransi dengan semua warga bangsa meski beda kepercayaan dan suku," tambahnya.
Hadir dalam penutupan kegiatan ini, Subkoordinator Pemetaan dan Pendataan Wilayah Dakwah, Nofiarti, dan Wakil Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat, KH. Cholisuddin Yusa.
Kiai Cholisuddin berpesan agar para dai terus istikamah dalam menjaga akidah umat dari berbagai ancaman paham menyesatkan.
"Amalkan semua ilmu yang didapatkan di acara ini. Teruslah menjaga umat dari berbagai paham sesat dan menyimpang. Kuatkan akidah umat," katanya.
Sebagai informasi, kegiatan ini berlangsung selama 3 hari pada Kamis-Sabtu, 18-20 November 2021. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri, Kamis (18/11/21). Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



