Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin menyampaikan pesan di hadapan 90 peserta Seleksi Calon Imam Masjid Luar Negeri Tahap II. Ia berharap, para imam masjid yang nantinya bertugas di luar negeri, terutama Uni Emirat Arab (UEA) bisa mencerminkan konsep moderasi beragama.
"Bapak-bapak adalah representasi Indonesia. Kementerian Agama sedang mendakwahkan secara nasional dan internasional tentang washathiyatul Islam atau moderasi beragama," ungkap Kamarudin di Jakarta, Rabu (3/3/21).
Dengan menjalankan konsep moderasi beragama ini, Dirjen berkeyakinan bahwa Indonesia bisa menjadi pusat peradaban Islam. Masyarakat Indonesia yang menjalankan konsep moderasi beragama ini, lanjutnya, layak menjadi model bagi umat Islam dunia.
"Bagaimana hubungan antara negara dengan agama di Indonesia sangat bagus untuk dicontoh negara lain. Model artikulasi beragama di Indonesia sangat modern dan maju dalam konteks global. Modernitas dan globalisasi Islam sangat kompatibel dan mudah ditemukan di Indonesia," tambahnya.
Dirjen menambahkan, masyarakat muslim di Indonesia sangat moderat dalam menyikapi perbedaan pendapat, budaya, agama, suku dan bahasa. Karenanya, para imam masjid yang akan bertugas di UEA diharapkan mampu mengimplementasikan sikap moderat saat bertemu dengan warga negara lain.
"Kita berharap kawan-kawan bisa menunjukkan sikap menghargai keberagaman di sana. Semoga menjadi duta Indonesia yang produktif dan merepresentasikan Indonesia secara proporsional," pungkasnya.
Seleksi Imam Masjid Luar Negeri Tahap II diikuti 90 peserta. Penyeleksi terdiri dari 4 penguji dari Otoritas Uni Emirat Arab. Sesuai kesepakatan bilateral antara kedua negara, Uni Emirat membutuhkan 200 imam masjid.
Hadir dalam pembukaan kegiatan ini, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais), Juraidi didampingi pejabat eselon III dan IV di Direktorat Penais.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



