Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin prihatin dengan tingkat literasi takmir masjid di Indonesia. Dirjen berharap, Masjid Istiqlal berperan dalam meningkatkan literasi takmir masjid.
“Sebagai Masjid Negara, Istiqlal bisa berkontribusi mengambil bagian meningkatkan literasi keagamaan para takmir,” kata Dirjen Bimas Islam saat mewakili Menteri Agama membuka Rapat Kerja Badan Pengelola Masjid Istiqlal (Raker BPMI) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (18/01).
Dirjen menjelaskan, meskipun di Indonesia tidak ada hierarki struktural antarmasjid, Masjid Istiqlal sebagai Masjid Negara sudah saatnya memikirkan aktivitas masjid-masjid lain di Indonesia.
“Istiqlal harus memiliki program yang menjangkau masjid-masjid di Indonesia, sehingga kondisi dan tingkat literasi seluruh masjid setara,” ujarnya.
Selain itu, Dirjen mengatakan, sebagai masjid yang berada di Negara muslim terbesar di dunia, Masjid Istiqlal harus memiliki program dengan daya tarik bagi masyarakat Indonesia dan dunia.
“Ke depan, Istiqlal bisa menghadirkan program yang memunculkan karakteristik muslim Indonesia,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



