Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin berharap kesalehan sosial mengalami peningkatan setelah Ramadan. Pasalnya, masyarakat Muslim telah terbiasa melakukan berbagai amal sosial selama bulan Ramadan 1443H/2022M.
"Puasa mentransformasi pelakunya menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat. Seperti yang disampaikan Nabi, orang yang paling baik adalah yang paling banyak manfaatnya kepada sesama umat manusia," ungkap Dirjen dalam Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV, Minggu (1/5/21).
Dirjen menjelaskan, puasa memiliki dimensi vertikal-spiritual dalam kaitannya hubungan seseorang dengan Allah. Katanya, puasa juga memiliki dimensi horizontal-sosial antara sesama manusia.
"Puasa mengajarkan kita agar berkontribusi dalam meningkatkan kehidupan sosial dengan zakat, infak, dan sedekah. Kita dilatih untuk ikut merasakan kelaparan dan kesulitan yang dihadapi sesama," tambahnya.
Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini mengingatkan, rasa egois dan merasa memiliki sepenuhnya terhadap karunia Allah hendaknya dihilangkan. Pasalnya, dalam rezeki yang Allah berikan ada hak orang lain yang harus dibagikan.
"Serangkaian ibadah Ramadan yang kita jalani harus mentransformasi diri agar kita lebih peduli kepada masyarakat dan orang lemah lainnya. Kita juga harus tergugah untuk berderma, berinfak, bersedekah, dan tidak egois menikmati rezeki Tuhan sendirian," ajaknya.
Sebagai informasi, Inside Ramadan merupakan kerja sama antara Ditjen Bimas Islam Kemenag dengan JakTV. Acara ini ditayangkan secara rutin setiap hari selama Ramadan 1443H/2022M di JakTV pukul 17.00-18.30 WIB.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



