Jakarta, Bimas Islam – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pentingnya peran strategis Mathla’ul Anwar dalam membangun kemitraan solid dengan pemerintah. Hal ini disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Pengurus Besar Mathla’ul Anwar di Lampung, Sabtu (21/12/2024).
Sebagai salah satu organisasi keagamaan tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1916 di Menes, Pandeglang, Banten, Mathla’ul Anwar memiliki kontribusi besar dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Peran ini sejalan dengan visi Kemenag untuk memperkuat moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Mathla’ul Anwar harus terus menjadi pionir dan inisiator dalam membangun kemitraan strategis dengan pemerintah. Dengan semangat shadiqul hukumah, Mathla’ul Anwar diharapkan dapat memberi masukan konstruktif dalam berbagai proses pembangunan,” ujar Zayadi.
Sebagai khâdimul ummah atau pelayan umat, Mathla’ul Anwar diharapkan hadir di tengah masyarakat untuk memberi solusi atas berbagai permasalahan keagamaan dan sosial. Zayadi menekankan pentingnya sinergi antara organisasi ini dengan pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang adil, inklusif, dan berpihak pada kesejahteraan umat.
“Kemitraan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan kolaborasi nyata. Kebijakan dan strategi pembangunan harus disampaikan dengan pendekatan agama yang inklusif dan penuh makna. Mathla’ul Anwar memiliki posisi strategis untuk menjembatani hal tersebut,” katanya.
Penguatan Moderasi Beragama
Menurut Zayadi, penguatan moderasi beragama menjadi agenda prioritas Kemenag dan Mathla’ul Anwar dalam menghadapi tantangan zaman. Moderasi beragama dinilai sebagai kunci harmoni dan toleransi di tengah keberagaman Indonesia.
“Moderasi beragama harus menjadi fondasi dalam setiap langkah pembangunan. Peran Mathla’ul Anwar sangat signifikan dalam memastikan nilai-nilai ini terinternalisasi di setiap lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, pendidikan berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin juga menjadi sorotan dalam Rakernas tersebut. Pendidikan yang berkualitas dinilai sebagai investasi terbaik untuk masa depan bangsa, dengan mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.
“Pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang damai dan inklusif adalah kunci keberhasilan kita dalam mencetak generasi penerus yang tangguh,” ujar Zayadi.
Dukungan Kemenag
Kemenag menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah strategis Mathla’ul Anwar dalam dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Dukungan ini mencakup kolaborasi dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk menjalin sinergi yang lebih erat dengan Mathla’ul Anwar. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus membawa manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia,” tutup Zayadi.
Fn/Mr



