Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin berharap dibuat formasi khusus untuk pejabat fungsional pakar ilmu falak. Hal itu disampaikannya dalam acara Kaderisasi Tenaga Hisab Rukyat Nasional di Jakarta, Kamis (2/3/23) malam.
“Kami akan mengupayakan ke depan Kementerian Agama memiliki formasi jabatan fungsional khusus ilmu falak,” paparnya di hadapan 60 peserta perwakilan dari Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia.
Menurutnya, ilmu falak sangat penting dan akan dibutuhkan umat Islam sepanjang masa, sebab berkaitan dengan pelaksanaan ibadah seperti penentuan arah kiblat, puasa, haji, waktu salat, dan ibadah lainnya.
“Akan tetapi tantangan kita saat ini adalah minimnya minat anak muda untuk belajar ilmu falak, karenanya kita perlu langkah dan strategi agar ilmu falak ini semakin diminati masyarakat,” imbuhnya.
Dirjen mengungkapkan, kaderisasi tenaga hisab dan rukyat yang berkesinambungan dilakukan Kemenag, merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat belajar ilmu falak.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Urais dan Binsyar Kemenag Adib mengatakan, kaderisasi tersebut merupakan ikhtiar Kemenag dalam menyiapkan pakar-pakar ilmu falak di Indonesia.
“Kaderisasi ini akan terus kita lakukan, sebab ilmu falak ini merupakan kebutuhan umat Islam, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Sehingga kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi dalam menciptakan kader yang pakar di bidang ilmu falak,” pungkas Adib.
An/Mr



