Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), M. Fuad Nasar berharap para Penyuluh Agama Islam tidak hanya memiliki kemahiran menyampaikan ajaran agama di muka umum melalui public speaking tetapi juga harus memiliki kemampuan dan kemahiran dalam menulis.
“Kemampuan dalam menulis sangat penting sekali dalam mencerminkan kemampuan mengorganisir pikiran dan menyampaikan gagasan secara runtut,” katanya kepada bimasislam, Selasa (17/5).
Fuad menilai, menulis tidak hanya mengekspresikan pikiran tetapi juga belajar mengorganisir pikiran, menyampaikan pemikiran secara runtut, dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
“Menulis bukan untuk kita sendiri tetapi juga orang lain. Jadi para Penyuluh Agama Islam harus mampu membuat tulisan yang mudah dipahami bagi dirinya dan para penerima pesan dakwahnya,” ujarnya.
Sebagai informasi, Kementerian Agama melalui Subdit Kepustakaan Islam menggelar ’Coaching Clinic Penulisan Naskah Islam Untuk Anak Berbasis Perpustakaan Masjid’ yang diperuntukkan bagi Penyuluh Agama Islam PNS/Non PNS serta masyarakat umum di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam, Abdullah Alkholis mengatakan, kegiatan Coaching Clinic merupakan komitmen Kementerian Agama dalam rangka menghasilkan lebih banyak penulis naskah Islam.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



