Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin menyatakan, para imam masjid asal Indonesia yang bertugas di luar negeri merupakan duta bangsa. Kamaruddin menegaskan, imam masjid ini bisa meningkatkan reputasi Indonesia di tingkat internasional.
"Bapak-bapak akan menjadi duta Indonesia yang sangat penting untuk menciptakan reputasi Indonesia dalam pandangan Uni Emirat Arab (UEA). Ini negara kecil, tapi kaya dan sangat berorientasi internasional," ungkap Kamaruddin saat membuka acara Seleksi Imam Masjid untuk Luar Negeri Tahap II di Golden Boutique Hotel, Jakarta, Rabu (3/3/21).
Dirjen menjelaskan, para imam yang akan ditugaskan di UEA ini sejatinya sedang berdakwah kepada umat Islam dunia. Pasalnya, UEA merupakan negara maju tempat berkumpulnya berbagai umat Islam dari banyak negara.
"Jika bapak terpilih menjadi imam, khatib, mubalig, artinya bapak sedang berceramah ke seluruh dunia karena jamaah di UEA berasal dari banyak negara," tambahnya .
Dirjen juga menyatakan, UEA merupakan negara yang maju. Karenanya, para imam yang kelak bertugas di sana bisa belajar banyak hal.
"UEA merupakan negara yang sangat internasional. Tata kelola dan pola interaksinya internasional. Hidup di sana berarti hidup di negara modern dan maju. Bapak-bapak akan berkenalan dengan budaya internasional dari berbagai negara seperti budaya teratur, disiplin dan saling menghormati," tutup Dirjen.
Acara Seleksi Imam Masjid Luar Negeri Tahap II diikuti oleh 93 peserta yang hadir di Jakarta. Sebanyak 7 peserta yang merupakan WNI di luar negeri akan melakukan seleksi secara daring. Tim seleksi tahap kedua sebanyak 4 orang pakar Al-Qur'an yang langsung didatangkan dari UEA.
Pengiriman imam masjid asal Indonesia ke UEA merupakan salah satu kerjasama bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Otoritas UEA. Sebanyak 200 imam dalam kurun waktu 3 tahun diminta langsung oleh Otoritas UEA.
(Pirman)
Foto: Sandi
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



