Jakarta, Bimas Islam --- Belakangan ini warga Depok digegerkan dengan penangkapan seekor babi yang diduga merupakan babi ngepet. Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kementerian Agama (Kemag) Kamaruddin Amin menegaskan tidak ada makhluk yang namanya babi ngepet atau babi jadian-jadian.
“Sebaiknya masyarakat tidak mudah percaya terhadap hal-hal mistis, asumsi terkait babi ngepet tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, bahkan mitos yang sebaiknya dihindari agar tidak meresahkan dan membuat kegaduhan di masyarakat,” ujar Kamaruddin dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (28/4).
Kamaruddin menuturkan, masyarakat harus berpikir realistis dan rasional, dengan bekerja dan berusaha mencari rezeki sesuai dengan ajaran agama.
“Kalau mau sukses, atau menjadi orang kaya, dan lainnya, jangan menggunakan atau mencari jalan pintas yang bertentangan dengan hukum alam, hukum sosial, karena hasilnya juga pasti gagal, dan menimbulkan penyesalan,” tutur Kamaruddin.
Menurut Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar itu, persoalan babi ngepet yang sering dimunculkan masyarakat di bulan Ramadan, mungkin karena intensitas ritualitas keberagamaan umat sangat tinggi.
“Engagementspiritualitas sangat terasa sehingga hal mistis atau mitos sering dikaitkan dalam hal tersebut,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



