Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) mengajak para pendakwah dan penyuluh agama untuk melakukan transformasi cara berdakwah.
“Penyuluh, penyiar, mubaligh, penceramah harus bertransformasi dengan mengubah atau mengembangkan, mendiversifikasi metodologi penyuluhannya,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kamaruddin Amin di Jakarta, Selasa (17/2/2021).
Kamaruddin mengatakan, para pendakwah hendaknya beradaptasi dengan dunia digital.
“Berdakwah secara konvensional tidak lagi memadai. Cara konvensional itu hanya mencapi kelompok generasi X, tetapi tidak memadai untuk anak muda millenial, apalagi generasi setelahnya generasi Y yang lebih banyak lagi,” ujar Kamaruddin.
Sebelumnya, Kamaruddin menyatakan bahwa kaum millenial merupakan entitas penting dalam menyampaikan berbagai program Kemenag. Pihaknya berharap para pendakwah dan penyuluh menyasar kaum ini.
(Fadly)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



