Samarinda, Bimas Islam – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pentingnya peran penyuluh agama dalam mendukung kebijakan pembangunan nasional. Hal ini disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, dalam acara Ngobrol Santai Bersama Penyuluh Agama Islam (Ngobras) di MTQN Expo ke-30 di Samarinda, Kamis (12/9/2024).
Zayadi menjelaskan, penyuluh agama memiliki dua tugas utama, yaitu memperkuat wawasan kebangsaan dan memberi penyuluhan terkait pembangunan. Kedua tugas ini dinilai strategis dalam menciptakan kerukunan dan mendukung kemajuan masyarakat Indonesia yang beragam.
"Penyuluh agama harus memperkuat rasa bangga terhadap Indonesia dengan segala keberagamannya. Melalui wawasan kebangsaan yang kuat, kita bisa mendorong persatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika. Ini kekuatan kita," ujar Zayadi.
Selain itu, penyuluh agama diharapkan mendukung program-program zakat dan wakaf. Zayadi mengatakan, zakat dan wakaf memiliki potensi besar dalam menyelesaikan masalah sosial dan ekonomi. "Penyuluh agama harus mampu menjelaskan dampak nyata zakat dan wakaf terhadap kehidupan masyarakat," jelasnya.
Untuk menjalankan tugas ini, Zayadi mengungkapkan pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalitas penyuluh agama, di samping membangun kolaborasi dengan pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat.
“Kita harus memastikan penyuluh agama terus mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensinya agar bisa menjalankan tugas dengan profesional,” tutup Zayadi.
Fn/Mr



