Jakarta, Bimas Islam --- Kepala Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam (SBSKI) Kementerian Agama, Sayid Alwi Fahmi mengingatkan kepada para penyiar milenial agar konten yang disampaikan menjadi sarana mendidik dan membangun masyarakat.
Hal itu dikatakannya saat menjadi narasumber pada acara Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) Episode 85 pada Rabu (26/1/22). Acara tersebut disiarkan live di Youtube Bimas Islam TV dan Facebook Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam.
“Kami berharap penyiar milenial yang tergabung dalam Moderate Millenial Agent (MMA) dari empat provinsi ini bisa lebih kreatif dalam menyampaikan materi yang positif, mendidik, dan membangun,” ungkap Sayid Alwi, sapaan akrabnya.
Penyiar harus menghindari konten-konten yang menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks. Sebab menurut Sayid Alwi, jika konten yang disampaikan adalah pesan-pesan kebenaran dan kebaikan, maka masyarakatnya juga akan baik.
“Di tengah era informasi ini, para penyiar milenial tentu dituntut terampil menyampaikan materinya di media sosial. Keilmuannya harus disiapkan, strategi, dan inovasi kontennya juga harus membangun dan mendidik,” tegas Sayid Alwi.
Ia juga menyebut penyiar milenial miliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai moderasi beragama. Sebab, milenial memiliki citra lebih terbuka dan paham teknologi.
Sebagai informasi, MMA adalah peserta terpilih pada tiap penyelenggaraan Pembinaan Kompetensi Penyiar Agama Islam (PKPAI). PKPAI merupakan program kerja SBSKI Ditjen Bimas Islam Kemenag, dan sudah dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta, Aceh, Jawa Tengah, dan Gorontalo tahun 2021.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



