Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor mengatakan akan menjadikan Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai pusat pembinaan nazhir untuk mengelola potensi wakaf di lingkungan sekitar.
“Banyaknya potensi wakaf di Indonesia, harus dimulai dari wilayah sekitar KUA,” katanya saat memberikan materi Bimtek Standar Layanan Penyuluh Agama Islam Dukungan Program Revitalisasi KUA di Novotel Mangga Dua, Jakarta Utara, Selasa (20/4).
Direktur mengatakan untuk menjadikan KUA sebagai pusat pembinaan dimulai dari pelengkapan data nazhir yang valid di setiap Kecamatan, dan melakukan koordinasi secara rutin.
“KUA juga dijadikan sebagai tempat pembinaan dan menginisiasi forum untuk memudahkan koordinator dan pendataan,” ujarnya.
Direktur mengatakan tujuan dijadikan KUA sebagai pusat pembinaan agar para nazhir memiliki keterampilan dan keahlian dalam mengelola wakaf.
“Pengumpulan dan pengelolaan wakaf dibutuhkan seorang nazhir berkualitas untuk dapat mengelola potensi yang besar agar bermanfaat,” pungkasnya.
Bimtek yang diselenggarakan oleh Direktorat Penais ini diikuti oleh 60 penyuluh dari 6 KUA model revitalisasi, yaitu KUA Banjarnegara Jawa Tengah; KUA Sewon Bantul, Yogyakarta; KUA Sidoarjo Jawa Timur; KUA Ciawigebang Kuningan Jawa Barat; KUA Gunung Sugih Lampung; dan KUA Bringkanaya Makassar.
Hadir sebagai pemateri lainnya Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Agus Salim, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Juraidi, dan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Muharam Marzuki.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



