Jakarta, Bimas Islam --- Sejak diluncurkan pada awal tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Agama gencar melakukan sosialisasi terhadap Gerakan Nasional Wakaf Uang. Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menginginkan agar jaringan pemasaran wakaf uang tidak hanya terpaku pada sektor perbankan syariah semata.
"Bisa diperluas lagi untuk strategi pemasarannya, misalnya lewat layanan nikah KUA, masjid, perguruan tinggi, selain dilakukan oleh layanan perbankan syariah yang ada. Jadi dapat meningkatkan hasil yang lebih maksimal," papar Fuad dalam rapat bersama Ditjen Pengelolaan dan Pembiayaan Resiko Kementerian Keuangan melalui virtual, Senin (3/5).
Fuad mendorong sosialisasi mengenai wakaf uang melalui sukuk negara (Cash Waqf Linked Sukuk) tidak hanya dilakukan oleh para pejabat negara, namun juga dapat menggandeng tokoh lain yang mempunyai pengaruh besar untuk menjawab pertanyaan publik.
"Kita perlu menghadirkan duta CWLS, public figure, para influencer, dari orang-orang yang menjadi trendsetter, jadi komunikasi publik berkaitan dengan CWLS ini sangat penting untuk menjawab keragu-raguan masyarakat," imbuhnya.
Fuad meyakini masa depan wakaf uang ini akan tetap cerah apabila seluruh pihak terkait dapat mengawal melalui sejumlah strategi agar manfaat program tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama umat Islam.
"Agar masyarakat dapat banyak berpartisipasi, dan manfaatnya kembali kepada umat. Karena bicara masalah wakaf, maka bicara soal aset yang abadi," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



