Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menginginkan agar Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) menjadi sebuah ikon wisata religi di Indonesia. Hal ini mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia.
"Kami ingin mewujudkan Unit Percetakan Al-Qur’an berstandar internasional karena Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar tentu perlu mempunyai suatu ikon yang dapat dibanggakan. Sekaligus juga dapat menjadi suatu objek wisata religi di tanah air kita," papar Fuad dalam rapat virtual bersama dengan Ditjen Anggaran Kemenkeu dan Bappenas di Jakarta, Kamis (20/5).
Fuad mengatakan peluang UPQ menjadi tujuan wisata religi di Indonesia sudah didukung oleh lokasi saat ini, dimana letak UPQ menjadi jalur wisata bagi masyarakat yang ingin menuju arah puncak, Bogor.
"Tentu dengan lokasi UPQ yang berada di Ciawi ini sangat mendukung, karena di sekitarnya banyak sekali lokasi wisata. Hal ini bisa menjadi benefit kita apabila UPQ menjadi destinasi wisata religi," imbuhnya.
Fuad mengungkapkan salah satu tantangan dari UPQ tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan umat Islam untuk mencetak Al-Qur’an, namun juga terkait distribusi yang harus mampu menjangkau seluruh pelosok tanah air.
"Untuk saat ini UPQ dapat mencetak sebanyak 300.000 eksemplar Al-Qur’an per tahun, ke depannya ditargetkan mampu mencetak lebih banyak lagi untuk memenuhi kebutuhan umat Islam terhadap kitab suci Al Quran sekitar lima juta eksemplar per tahun. Dalam data kebutuhan minimal, dengan angka pernikahan di KUA dua juta per tahun, berarti tiap tahun terbentuk dua juta rumah tangga baru. Sedangkan Al Quran merupakan pedoman hidup bagi setiap pribadi dan keluarga muslim," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



