Bandung, Bimas Islam-- Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ohan Burhan mengajak konten kreator Muslim di Indonesia untuk mempromosikan konsep masjid ramah anak dan lansia. Langkah ini, menurutnya, menjadi upaya menciptakan lingkungan ibadah yang lebih inklusif, nyaman, dan aman bagi semua jemaah.
Menurutnya, masjid ramah anak, lansia, lingkungan, dan lainnya adalah masjid yang dirancang dengan fasilitas khusus, seperti jalur akses kursi roda, toilet dengan pegangan tangan, area bermain yang aman untuk anak-anak, serta ruang menyusui yang nyaman bagi ibu. Meski konsep ini sudah diterapkan di beberapa tempat, namun masih banyak masjid yang belum sepenuhnya ramah bagi anak-anak dan lansia, khususnya di Jawa Barat.
"Di era digital seperti sekarang, konten kreator memiliki peran strategis dalam menyuarakan isu-isu sosial dan mempengaruhi perubahan," ujar Ohan saat memberi sambutan pada acara bertajuk Masjid Travelers yang digelar Subdit Kemasjidan, Ditjen Bimas Islam Kemenag di Bandung, Minggu (11/8/2024).
Dikatakan Ohan, konten kreator memiliki potensi besar untuk membantu menyebarkan kesadaran tentang pentingnya aksesibilitas dan kenyamanan di rumah ibadah. “(Caranya) Dengan memanfaatkan platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok untuk berbagi informasi, tips, hingga ajakan donasi guna membantu masjid-masjid yang sedang berupaya untuk menjadi lebih inklusif,” imbuhnya.
Ia mengatakan, masjid dapat menjadi tempat yang menyambut semua orang, termasuk anak-anak dan lansia, serta mendorong masyarakat untuk peduli dan berkontribusi menciptakan masjid yang lebih ramah dan bersahabat.
"Gerakan ini juga diharapkan bisa mendorong lebih banyak pengurus masjid untuk memperhatikan kebutuhan semua jamaah, sehingga semua orang bisa beribadah dengan tenang dan nyaman,” ungkapnya dalam kegiatan yang diikuti 25 konten kreator asal Jakarta dan Bandung itu.
Kolaborasi antara konten kreator, masyarakat, dan pengurus masjid, menurutnya, merupakan langkah penting dalam menciptakan rumah ibadah yang inklusif dan memenuhi kebutuhan semua usia. "Dengan demikian, masjid dapat menjadi pusat spiritual yang benar-benar menyatukan dan melayani seluruh umat,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Subdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana menyampaikan, kegiatan Masjid Travelers yang melibatkan konten kreator itu bertujuan untuk mengekplorasi hal-hal baik dari masjid agar menginspirasi dan mendorong masjid lainnya untuk mencontoh.
"Kegiatan ini juga berkaitan dengan program Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (AMPeRa) 2024 yang merupakan pembinaan masjid melalui eksplorasi dan ekspose idarah, imarah, dan riayah masjid yang bisa dijadikan contoh untuk masjid lainnya," ujar Akmal di Bandung, Minggu (11/8).
Dikatakan Akmal, peserta akan diajak untuk membuat konten tentang masjid yang sudah baik secara idarah, imarah, dan ri'ayahnya dengan cara unik dan kreatif. "Ada tiga masjid yang akan kita kunjungi, yaitu Masjid Istiqlal Jakarta, serta Masjid Al-Irsyad dan Masjid Al-Jabar di Bandung. Kami berharap, tiga contoh masjid ini bisa menginspirasi audiens lebih luas," tegas Akmal.
An/Mr



