Jakarta, Bimas Islam --- Penghulu KUA Kecamatan merupakan profesi mulia. Selain melakukan pencatatan pernikahan, Penghulu KUA juga menjadi tokoh sekaligus memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat.
Hal inilah yang disampaikan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah (KS) Kemenag, M. Adib dalam Fasilitasi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) yang resmi ditutup di Hotel Millennium, Jakarta, Rabu (30/3/22). Pria yang akrab disapa Gus Adib ini menyebut, menjadi Penghulu berarti mewarisi jabatan Pendiri Nahdlatul Ulama', Hadhratus Syaikh, KH. Hasyim Asyhari.
"APRI adalah pasukan elitnya Kemenag. Penghulu menjadi pasukan elit karena mewarisi jabatannya Hadratusy syaikh Hasyim Asyhari yang menjadi Penghulu pada masa perjuangan melawan penjajah. Anda dipilih dan menjadi bagian dari sedikit orang," ungkap Gus Adib.
"Suka gak suka, Pengurus APRI memang pilihan. Marwahnya harus dijaga betul. Kehormatan sebagai Penghulu harus dijaga," tambahnya.
Gus Adib menjelaskan, APRI merupakan mitra strategis Kementerian Agama. Pengurus APRI baik di Pusat, Wilayah, maupun Cabang merupakan penghubung antara pemerintah dengan masyarakat dalam memberikan layanan dan sosialiasi program.
"Sebagai pasukan elit, APRI juga harus menyosialisasikan program Kemenag kepada masyarakat," terangnya.
Hadir dalam Rakornas ini, Kasubdit Bina Kepenghuluan, Anwar Sa'adi, Kasi Kepenghuluan Wilayah 1, Insan Khoirul Qolbi, serta Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah APRI dari 34 provinsi.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



