Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama melalui Subdit Kepustakaan Islam melakukan rapat koordinasi dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) untuk mewujudkan perpustakaan Islam Modern dan berbasis digital pada Kamis (12/8), di ruang VIP Masjid Istiqlal Jakarta.
Pada kesempatan itu, Subkoordinator Pengendalian Mutu Buku Agama Dan Keagamaan Islam Erlinda Adami mewakili Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim mengungkapkan, rapat koordinasi tersebut selain untuk menjalin kerja sama, pihaknya juga akan melakukan pembinaan terhadap perpustakaan di Masjid Istiqlal.
“Perpustakaan Masjid Istiqlal nantinya akan dijadikan salah satuMem> pilot project perpustakaan masjid yang menyediakan banyak referensi buku-buku keagamaan dan perpustakaan berbasis digital,” ujar perempuan yang akrab disapa Linda pada rapat yang dihadiri langsung oleh Imam Besar Istiqlal Prof Nasaruddin Umar itu.
Menurut Linda, Subdit Kepustakaan Islam memiliki peran dalam melakukan pembinaan terhadap perpustakaan masjid di seluruh Indonesia. “Oleh karena itu kami mendorong agar perpustakaan Masjid Istiqlal menjadi salah satu model perpustakaan masjid yang modern yang bisa dijadikan contoh oleh masjid lainnya,” katanya.
Selain itu, menurut Linda, Kementerian Agama juga akan memberikan bantuan berupa buku-buku umum keagamaan Islam untuk menambah koleksi referensi buku di perpustakaan Masjid Istiqlal.
Pada kesempatan yang sama, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar menyambut baik perhatian dari Kemenag. Ia menyampaikan visi perpustakaan Masjid Istiqlal adalah mewujudkan perpustakaan Islam modern dengan koleksi berkualitas, sistem pengelolaan yang mutakhir, dan SDM yang profesional.
“Misi perpustakaan masjid Istiqlal juga ingin membangun dan mengembangkan perpustakaan Islam berbasis teknologi informasi yang meliputi perpustakaan dewasa dan anak-anak,” ujarnya.
Prof Nasaruddin menjelaskan, per-akhir Maret 2018 koleksi perpustakaan masjid Istiqlal berjumlah 15.802 judul atau 30.138 eksemplar. Dengan rincian 60 persen bidang agama dan 40 persen bidang lainnya.
“Ada beberapa kendala yang dialami perpustakaan masjid Istiqlal, pertama soal SDM, pengelolaan dan pengembangannya, serta pengadaan. Selain itu kendala digitalisasi dan program-program kegiatan juga masih belum maksimal dilakukan,” ujarnya.
Lebih jauh, Prof Nasaruddin mengatakan, dengan adanya kerja sama dan perhatian dari Kementerian Agama, ia berharap semoga bisa memberikan kontribusi yang efektif untuk kemajuan perpustakaan masjid Istiqlal.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



