Jambi, Bimas Islam --- Pelaksanaan Ibadah Kurban merupakan salah satu ajaran dalam agama Islam yang tertuang dalam Al-Qur'an sebagaimana kisah nabi Ibrahim yang Allah SWT perintahkan untuk menyembelih anaknya Ismail AS sebagai ujian,” demikan ungkap Plt. Kakanwil, Zoztafia saat memberikan arahan pada acara pelaksanaan kurban keluarga besar Kanwil, Rabu (21/7).
“Bagaimana bisa seorang Ibrahim yang telah menunggu kehadiran seorang anak dalam rentang waktu yang sangat lama diuji ketakwaannya oleh Allah untuk menyembelih anaknya, dan ia lalui ujian tersebut dengan penuh keikhlasan,” ujar Zoztafia.
Ujian yang luar biasa ini bagi keluarga nabi Ibrahim dapat begitu ikhlas diterima oleh seluruh anggota keluarganya karena mereka memiliki seorang ayah yakni seorang Ibrahim As yang berintegritas, jujur tidak pernah berbohong.
“Kita ketahui dalam sejarahnya, manakala Ismail akan disembelih, maka Allah gantikan dengan seekor kibas (kambing, red), maka inilah menjadi awal mula teladan ibadah kurban yang menjadi salah satu wujud ketakwaan umat islam kepada Allah SWT,” jelasnya.
Ibadah kurban selain sebagai manifestasi ketakwaan seorang hamba atas perintah Allah SWT secara spiritual, ibadah ini juga dimaksudkan dapat menyentuh secara sosial. Dengan berkurban, seseorang telah menunjukkan kepekaan terhadap kondisi orang lain, berbagi kebahagiaan melalui pembagian daging kurban kepada orang sekitar yang berhak menerimanya.
(Jambi.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



