Pontianak, Bimas Islam --- Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Kalbar, Rohadi menyambut kedatangan rombongan Dai Perbatasan dari Jakarta pada Kamis (31/3/2022).
"Selamat datang para ustaz-ustaz dan rombongan Dai Perbatasan di Kalimantan Barat. Selamat mengemban amanah untuk mendakwahkan moderasi beragama di wilayah perbatasan," ujar Rohadi di Hotel Pantura, Kabupaten Sambas, Kalbar.
Di hadapan delapan Dai Perbatasan, Rohadi berpesan agar moderasi beragama bisa diterjemahkan dengan kearifan lokal setempat.
"Salah satu esensi dari moderasi beragama adalah pemahaman agama yang moderat, washatiyah, dan rahmatan lil 'alamin. Maka hal ini harus dirangkum dengan bahasa dakwah yang mudah dipahami dan sesuai dengan kearifan lokal," katanya.
Menurut Rohadi, mayoritas masyarakat di Kabupaten Sambas sangat beragam. Tidak hanya umat Islam saja, tapi ada juga umat Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu.
"Ini artinya, dakwah-dakwah dengan penguatan prinsip moderasi beragama harus disampaikan dengan cara yang santun dan tidak propokatif," pintanya.
Dia menambahkan, program Dai Perbatasan ini menjadi pelopor bahwa negara hadir dan memberikan perhatian khusus untuk wilayah perbatasan.
"Semoga semua Dai diberi kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan tugas yang sangat mulia ini," pungkasnya.
Program Dai Perbatasan tersebut merupakan pilot project Subdit Dakwah, dan Hari Besar Islam (HBI) Ditjen Bimas Islam sebagai tindak lanjut dari program penguatan kompetensi penceramah agama yang dilakukan sejak tahun 2020.
Subdit Dakwah, dan HBI menargetkan, program Dai Perbatasan akan dilakukan setiap tahun, dan menyasar wilayah perbatasan di seluruh Indonesia.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



