Bekasi, Bimas Islam --- Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat Wakaf Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Andi Yasri menyampaikan, program Kampung Zakat mampu memberdayakan masyarakat di wilayah tertinggal. Hal ini disampaikan Andi saat menghadiri kegiatan Sarasehan Rakyat yang diselenggarakan Komunitas Anggrek KCB di Kampung Beting, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Rabu (27/7/2022).
"Tahun 2019, terdapat 122 wilayah tertinggal di Indonesia. Pada tahun 2020, jumlah wilayah tertinggal kini tinggal 62 lokasi. Kami hadir untuk memberdayakan masyarakat di wilayah tersebut melalui program Kampung Zakat," ujar Andi.
Andi mengatakan, potensi zakat dan wakaf di Indonesia sangat luar biasa untuk membangun masyarakat di wilayah tertinggal apabila mampu dioptimalkan. Hal ini, lanjutnya, yang telah dilakukan Kemenag dengan program Kampung Zakat di 17 lokasi seluruh Indonesia.
"Program ini membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak, ada berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah mendukung kami di lokasi Kampung Zakat," imbuhnya.
Andi berharap, dengan kolaborasi sejumlah stakeholder pengelola zakat dan instansi pemerintah lainnya dapat menjadikan Kampung Beting sebagai lokasi Kampung Zakat pertama di Kabupaten Bekasi.
"Apabila kita menyadari potensi zakat kita yang begitu luar biasa ini dapat memberdayakan masyarakat, tujuannya untuk mengubah para mustahik menjadi muzaki," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



