Mojokerto, Bimas Islam --- Kemah Moderasi Beragama yang dihelat Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag merupakan upaya menguatkan dan mempererat ikatan kebangsaan. Perhelatan selama empat hari ini diikuti seribuan peserta dari Penyuluh lintas agama dan Organisasi Kepemudaan Islam.
"Kebersamaan yang telah terbangun pada Kemah Moderasi akan semakin mempererat ikatan persaudaraan serta memperteguh persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa," ungkap Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi saat ditemui di arena kemah, Ubaya Training Center (UTC), Trawas, Mojokerto, Rabu (31/8/22).
Ali menegaskan, upaya merawat keragaman yang merupakan kekayaan bangsa harus terus dilakukan. Upaya ini, sambungnya, hendaknya dilaksanakan secara berkesinambungan dan kolosal.
"Kemah Moderasi menjadi momentum menegaskan komitmen kebangsaan dengan melibatkan berbagai elemen lintas agama, suku, organisasi, lembaga, dan budaya untuk bersama-sama merawat kebhinekaan," tambah Ali.
Keragaman, sambung Ali, bukan alasan untuk saling berpecah belah. Keragaman sebagai rahmat, tegasnya, merupakan alasan untuk terus bersama sebagai sesama anak bangsa.
"Mari jaga identitas primordial masing-masing dengan tetap saling menghargai dan menghormati. Kemah moderasi adalah praktik nyata moderasi beragama untuk terus dipupuk di masyarakat," pungkas Ali.
Helat Kemah Moderasi Beragama secara resmi dibuka Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dihadiri Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri. Hadir pula Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.
Helat diikuti seribuan peserta dari Penyuluh lintas agama Jawa dan Bali. Hadir pula perwakilan Organisasi Kepemudaan Islam, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, dan Kelompok Kerja Madrasah Jawa Timur.
(Pirman)



