Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) tengah mengembangkan Notiski (Notifikasi Elipski), sistem notifikasi cerdas untuk mendorong akses masyarakat terhadap konten literasi keagamaan berbasis digital. Hal itu disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Arsad Hidayat, dalam Focus Group Discussion (FGD) Bidang Kepustakaan Islam di Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Notiski dirancang tidak hanya sebagai pengingat membaca ulang, tetapi juga untuk memberikan informasi terbaru seputar literasi keagamaan. “Notiski ini notifikasi yang tujuannya untuk mendorong orang yang diberikan notifikasi itu untuk balik lagi dan mengunjungi platform bacaannya, membaca kembali, mengakses, dan lain sebagainya,” ujar Arsad.
Selain sebagai pengingat, Notiski juga dirancang untuk memetakan preferensi pengguna. Teknologi ini diharapkan dapat mengenali topik-topik keagamaan yang sedang ramai dibaca atau menjadi perhatian masyarakat.
“Di samping layanan notifikasi, Notiski juga direncanakan bisa melakukan semacam pemetaan preferensi pengguna. Kita ingin mengetahui sebenarnya yang sedang ramai, yang sedang viral, orang ingin membacanya itu kira-kira di kasus apa, di tema apa,” lanjutnya.
Pendekatan berbasis data ini menjadi strategi Kemenag dalam menyusun konten literasi yang lebih tepat sasaran dan responsif. Hasil pemetaan akan digunakan untuk menentukan arah edukasi kepada masyarakat.
“Jadi kita coba sebenarnya, ya. Dengan pembacaan terhadap pemetaan tadi, kira-kira apa yang akan kita lakukan, termasuk juga edukasi kepada masyarakat,” terang Arsad.
Dengan adanya Notiski, pengguna akan lebih mudah mendapat informasi terkait konten terbaru maupun konten yang relevan dengan minat mereka. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah adaptif dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.
Fn/Mr



