Tangerang Selatan, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) mengerahkan 50.000 penyuluh agama guna mengkampanyekan moderasi beragama. Penyuluh agama aktif menyampaikan moderasi beragama yang menjadi visi misi Kemenag.
“Peningkatan kapasitas penyuluh agama sangat penting. Kita punya 50.000 penyuluh agama. Mereka langsung berhadapan dengan masyarakat. Merekalah yang memberikan pencerahan kepada masyarakat,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kamaruddin Amin usai membuka Lokakarya Qadhaya Fiqhiyah Mu’ashirah Vaksin dalam Tinjauan Maqashid Al-Syariah di Hotel Sahid Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (15/2/2021).
Kamaruddin menambahkan, penyuluh agama harus bertransformasi agar mempunyai wawasan luas dan moderat.
“Penyuluh juga harus menggunakan medium komunikasi yang modern, digital, supaya bisa menyentuh kelompok millenial. Agar mampu menjangkau anak-anak muda. Karena anak muda sekarang itu _gadget minded_ banget ya. Nah, penyuluh agama harus menggunakan media itu,” papar Kamarudin.
Selain melibatkan penyuluh agama, Kemenag juga membina 8.200 pendakwah. Pembinaan dilakukan sejak bulan September 2020 di seluruh Indonesia.
(fadly)
editor : Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



