Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan para Penyuluh Agama Islam (PAI). Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin saat membuta Rapat Koordinasi Direktorat Penerangan Islam (Penais) Kemenag di Jakarta, Rabu (17/3/21).
"Harus ada langkah out of the box untuk peningkatan kapasitas keilmuan termasuk peningkatan kesejahteraan Penyuluh Agama Islam, harus kita pikirkan bersama. Ini sangat mendesak dan penting sekali," ungkap Kamaruddin.
Ia menambahkan, Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak Kemenag perlu mendapatkan afirmasi. Para penyuluh yang berjumlah 50.000 di seluruh Indonesia ini merupakan penyampai program pembangunan dan keagamaan secara langsung kepada masyarakat.
"Kita harus bertransformasi. Penyuluh Agama adalah tanggung jawab kita. Harus diafirmasi dan diadvokasi secara serius," tambahnya.
Ia juga memberikan perhatian khusus terkait peningkatan kapasitas para penyuluh yang bertugas di 515 Kantor Kementerian Kabupaten/Kota ini. Penyuluh yang langsung berhubungan dengan masyarakat ini melakukan fungsi informatif, edukatif, konsultatif, dan advokatif.
"Penyuluh harus memiliki kemampuan yang luar biasa. Penyuluh harus dinamis, update, modern, memiliki literasi digital, memahami isu sosial, membaca literatur dan realitas. Ini tugas kita bersama," tambahnya.
Guna merealisasikan program tersebut, selain melalui pendidikan dan latihan, Kemenag juga terus melakukan terobosan guna meningkatkan kapasitas para penyuluh yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia.
"Saya sedang menginisiasi kerja sama dengan Perguruan Tinggi. Saya akan undang 10 rektor bersama dekan, dan Balai Pendidikan dan Latihan untuk mendiskusikan desain pengembangan kapasitas penyuluh selain pelatihan reguler yang sudah dilakukan," terang Eks. Dirjen Pendis Kemenag ini.
Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Direktur Penerangan Agama Islam, Juraidi didampingi pejabat eselon III dan IV Direktorat Penais. Rapat juga dihadiri Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kepala Seksi Penerangan dan Penyuluhan Agama Islam dan Sistem Informasi, dan Bagian Perencanaan Bidang Bimas Islam perwakilan 34 provinsi.
Rapat dilangsungkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker, menjaga jarak dan mengurangi interaksi selama kegiatan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



