Bekasi, Bimas Islam --- Kantor Kemenag Kota Bekasi memanfaatkan sejumlah majelis taklim binaan para penyuluh untuk melakukan sosialisasi wakaf. Hal ini disampaikan oleh Kasi Penaiszawa Kankemenag Kota Bekasi, Iie Naseri saat dihubungi oleh tim pemberitaan Bimas Islam, Jumat (4/6).
Iie mengungkapkan para penyuluh agama di Kota Bekasi mempunyai binaan majelis taklim yang mereka manfaatkan sebagai sarana sosialisasi wakaf. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang wakaf yang masih minim.
"Saya selalu sampaikan penyuluh adalah kepanjangan tangan dari pemerintah untuk menterjemahkan bahasa pembangunan melalui bahasa agama, itu sudah menjadi rutinitas yang dilakukan oleh mereka," terang Iie di Kota Bekasi, Jumat (4/6).
Iie mengemukakan seorang penyuluh agama Islam di Kota Bekasi bisa mempunyai hingga tiga majelis taklim binaan sehingga hal ini menjadi langkah konkrit bagi mereka untuk melakukan sosialisasi program Kemenag, salah satunya terkait wakaf.
"Untuk jumlah penyuluh yang non-PNS di Kota Bekasi itu ada 98 orang, kalau yang PNS ada sekitar 18 orang. Satu orang itu kira-kira punya tiga majelis taklim binaan dan itu selalu rutin dilaporkan kepada saya," ujarnya.
Dalam hasil survei yang dilakukan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) bersama Pusat Kajian Strategis BAZNAS dan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag pada tahun 2020 lalu, nilai Indeks Literasi Wakaf (ILW) secara Nasional secara keseluruhan mendapatkan skor 50,48 yang termasuk dalam kategori rendah. Penilaian ini terdiri dari Nilai Literasi Pemahaman Wakaf Dasar sebesar 57,67 dan Nilai Literasi Pemahaman Wakaf Lanjutan sebesar 37,97.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



