Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor mengatakan untuk menyukseskan program Menteri Agama (Menag) berupa revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA), Direktorat yang dipimpinnya akan menjadikan KUA sebagai percontohan ekonomi umat.
“Saat ini stigma masyarakat, KUA hanya tempat menikah, padahal selain itu banyak fungsi lainnya, seperti tempat pemberdayaan ekonomi,” katanya saat membuka FGD Percontohan Ekonomi Umat, Senin (29/03).
Direktur mengatakan KUA sebagai ujung tombak Kemenag yang berhubungan langsung dengan masyarakat, jangan hanya memberikan layanan namun juga harus hadir memberikan pemberdayaan ekonomi.
“Saat ini masih sangat minim program Kemenag yang menyentuh masyarakat secara langsung dan berbasis peningkatan kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi,” urainya.
Tarmizi menyatakan ke depannya KUA akan diterapkan pelayanan dalam peningkatan pemberdayaan zakat berbasis kelompok masyarakat melalui program penyaluran Unit Pengelola Zakat (UPZ) tingkat Kecamatan atau bekerjasama dengan BAZNAS ataupun LAZ.
“KUA akan memiliki program pemberdayaan masyarakat melalui pengunaan dana zakat dan wakaf,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Kementerian Agama akan melakukan revitalisasi terhadap sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai daerah. Dalam waktu dekat, enam KUA menjadi percontohan program tersebut, yakni di Kuningan, Yogyakarta, Banjarnegara, Makassar, Sidoarjo, dan Lampung. Program revitalisasi KUA sebagai salah satu program seratus harinya bertugas memimpin Kemenag sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada akhir 2020.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



