Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) mengukuhkan 60 penyiar muda dari 34 provinsi sebagai Moderate Millennial Agent (MMA). Pengukuhan dilakukan oleh Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, di Jakarta, Rabu (11/6/2025).
Para agen muda ini akan bertugas mengoordinasikan alumni Pembinaan Kompetensi Penyiar Agama Islam (PKPAI) di provinsi masing-masing, menjadi penghubung antara Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag dengan para penyiar agama Islam di media elektronik, serta melakukan pemantauan terhadap narasi intoleransi dan ekstremisme di media sosial. Mereka juga akan terlibat aktif dalam kerja sama program siaran keagamaan Islam antara Kemenag dan instansi media elektronik.
“Ini bukan sekadar seremoni. Hari ini kita menyaksikan lahirnya para agen muda yang siap membawa dan memperkenalkan narasi Islam yang moderat, damai, dan membumi di tengah masyarakat digital,” ujar Zayadi menutup kegiatan Pengukuhan dan Inaugurasi MMA bertajuk “Siaran Sepenuh Cinta, Suburkan Kerukunan Umat Beragama”.
Zayadi menyebut, setiap zaman memiliki medianya, dan setiap generasi membutuhkan agennya. Ia mencontohkan Nabi Muhammad SAW yang menjadi agen transformasi peradaban, bukan sekadar penyampai wahyu.
“Pengaruh lahir dari keteladanan, bukan sekadar kata-kata. Saat ini, dakwah bukan hanya soal berdiri di mimbar, tetapi juga menyuarakan kebaikan di ruang-ruang algoritma media sosial. Di sinilah peran para MMA sangat penting,” tambahnya.
Di era digital, menurutnya, menjadi influencer sangat mudah. Namun, yang lebih penting dan menantang adalah menjadi influencer spiritual yang mampu menggerakkan hati dan menyatukan nilai-nilai kehidupan.
“Setiap konten sederhana yang bermanfaat adalah bagian dari dakwah. Masa depan generasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh siapa yang mengisi narasi di ruang publik,” pungkasnya.
Berikut daftar 60 penyiar muda yang dikukuhkan sebagai Moderate Millennial Agent:
1. Abdul Aziz (Jawa Tengah)
2. Septirini Sekar Nusantari (Jawa Tengah)
3. Muhammad Zahir (DKI Jakarta)
4. Amrie Ummul Hidayati (DKI Jakarta)
5. Selamat Ariga (Aceh)
6. Sri Julanita J. Jasin (Gorontalo)
7. Novel Syeban (Jawa Timur)
8. Audityas Megasari (Jawa Timur)
9. Yoga Maulana (Jambi)
10. Riska Amelia (Jambi)
11. Andri Haristiawan (Banten)
12. Muchamad Dzia Ulchaq (Jawa Barat)
13. Lusi Ayuandisnah (Jawa Barat)
14. Heri Gunawan (Kalimantan Barat)
15. Vera Puji Lestari (Kalimantan Barat)
16. Saureza Zulykha Ajeng N. Nuura (DI Yogyakarta)
17. Sumardi Hussein (Lampung)
18. Shalwa Sakinah (Lampung)
19. Safril (Bangka Belitung)
20. Chantika Dinah Putri (Bangka Belitung)
21. Indah Septirisani (Bengkulu)
22. Ade Fitriah Albar (Sulawesi Barat)
23. Alwiyah Nur Syarif (Sulawesi Selatan)
24. Rifandi Mokoginta (Sulawesi Utara)
25. Dewi Purwati (Sulawesi Utara)
26. Moh Rifaldi (Sulawesi Tengah)
27. Yulia Wulandari (Sulawesi Tengah)
28. Muh Al Amin Halaq (Sulawesi Tenggara)
29. Sri Ayuni Purnama Sari (Sulawesi Tenggara)
30. Muhammad Padhliansyah (Kalimantan Selatan)
31. Arini Khusna Khuluqiki (Kalimantan Selatan)
32. Muchammad Riyan (Kalimantan Utara)
33. Renny Octahriani Ningitas (Kalimantan Utara)
34. Muhammad Alfi Hidayat (Kalimantan Timur)
35. Octary Nur (Kalimantan Timur)
36. Muhammad Hasfi (Kalimantan Tengah)
37. Nana Tauran Sidik (Kalimantan Tengah)
38. Oktafril Febriansyah (Sumatera Barat)
39. Rani Zuwe (Sumatera Barat)
40. Sukemi (Riau)
41. Agus Pranoto (Riau)
42. Shelly Aulia Ramadhanti (Sumatera Selatan)
43. Eka Apriyani (Sumatera Selatan)
44. Rahmat Ikhsan (Kepulauan Riau)
45. Ahmad Rivai Kasim (Kepulauan Riau)
46. Juli Julaiha (Sumatera Utara)
47. Dian Indah Multazam (Sumatera Utara)
48. Insan Ahmad Soleh (Bali)
49. Vivia Alifaturrahmah (Bali)
50. Mia Rusmayanti (Nusa Tenggara Barat)
51. Ahda Sabila (Nusa Tenggara Barat)
52. Hasbi Maulana (Nusa Tenggara Timur)
53. Ratna Asmawati (Nusa Tenggara Timur)
54. Mokhsin (Maluku)
55. Devi Alfiani (Maluku)
56. Tasnim Nirwan (Maluku Utara)
57. Muhammad Haikal Dapitan (Maluku Utara)
58. Arya M. Fajri Rozaq (Papua)
59. Abdul Aziz (Papua Barat)
60. Bagas Hadi Anafi (Papua Barat)



