Jakarta, Bimas Islam – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan layanan inovatif bernama X-Kiblatku. Program ini memudahkan penerbitan sertifikat kalibrasi kiblat secara cepat, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama atau menjalani proses rumit.
Kasi Bimas Islam Kemenag Kulonprogo, M. Qomaruzzaman menjelaskan, inovasi ini lahir dari meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengukuran arah kiblat. “Permohonan pengukuran arah kiblat terus meningkat, mulai dari masjid, musala, makam, hingga kamar hotel dan rumah sakit. Dengan kondisi geografis Kulonprogo yang berbukit-bukit, kami ingin mendekatkan layanan kepada masyarakat,” ujar Qomaruzzaman saat dihubungi wartawan, Rabu (15/1/2025).
Melalui X-Kiblatku, masyarakat dapat mengajukan permohonan pengukuran arah kiblat secara daring melalui laman PTSP Online atau langsung secara luring. Setelah permohonan diterima, petugas akan menjadwalkan pengukuran di lokasi. Inovasi utama layanan ini adalah proses penerbitan sertifikat kalibrasi kiblat yang kini dapat langsung dilakukan di lokasi pengukuran.
“Setelah pengukuran selesai, sertifikat langsung dibuat menggunakan tanda tangan elektronik (TTE). Kami bahkan membawa printer ke lokasi, sehingga pemohon dapat menerima sertifikat saat itu juga,” kata Qomaruzzaman. Sebelumnya, masyarakat harus menunggu beberapa hari dan mengambil sertifikat di kantor Kemenag.
Layanan ini menonjolkan digitalisasi dan efisiensi. Sertifikat yang sebelumnya dibuat manual kini telah berbentuk digital dan dapat langsung diunggah untuk mendapatkan TTE dari Kasi Bimas Islam dan Kepala Kantor Kemenag. “Setelah file selesai, kami hubungi pihak terkait untuk klik tanda tangan elektronik. Sertifikat bisa langsung diunduh dan dicetak di lokasi,” jelasnya.
Terpisah, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi, menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi ini. Menurutnya, X-Kiblatku mampu memberi kemudahan bagi masyarakat dalam memastikan arah salat yang benar. “Layanan ini mencerminkan komitmen Kementerian Agama untuk memberi pelayanan profesional dan bermanfaat bagi umat,” ujarnya.
Ismail menambahkan, layanan ini juga menunjukkan peran Kemenag dalam mendukung kebutuhan keagamaan masyarakat. “Ini adalah bukti nyata bagaimana Kemenag terus berupaya meningkatkan kualitas layanan keagamaan kepada masyarakat,” imbuhnya.
X-Kiblatku tidak hanya mempersingkat waktu layanan, tetapi juga menjawab tantangan geografis dengan menghadirkan akses lebih dekat kepada masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah terpencil di Kulonprogo. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh pelayanan berbasis inovasi di bidang keagamaan.
Fn/Mr



