Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) melatih 100 penghulu dan penyuluh agama Islam untuk menjadi fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan sekaligus membangun ketahanan keluarga Indonesia.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Cecep Khairul Anwar, mengatakan, para penghulu dan penyuluh diharapkan dapat terus mendampingi dan membina remaja usia sekolah di wilayah tugas masing-masing. Menurutnya, pembinaan remaja sejak dini merupakan langkah preventif untuk menekan angka perceraian di kemudian hari.
“Para calon fasilitator ini akan menjadi ujung tombak dalam mendampingi remaja memahami perkembangan diri serta menanamkan nilai-nilai agama,” ujar Cecep saat membuka Bimbingan Teknis Fasilitator BRUS Angkatan III dan IV di Jakarta, Selasa (24/6/2025).
Selama pelatihan, peserta dibekali beragam materi, di antaranya Filosofi Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Membangun Keluarga Sakinah, Psikologi Keluarga, hingga Kesehatan Reproduksi Keluarga. Peserta juga mendapat penjelasan mendalam mengenai program BRUS yang dirancang untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan membangun keluarga sakinah di masa depan.
Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, menambahkan, Bimtek Fasilitator BRUS merupakan bagian dari program Pusaka Sakinah. Program ini fokus pada pencegahan berbagai masalah sosial remaja, seperti pernikahan anak, seks bebas, perjudian online, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba.
“Kami ingin mencetak fasilitator yang tidak hanya cakap dalam menyampaikan materi, tetapi juga mampu membentuk remaja Qur’ani yang berpegang teguh pada ajaran agama serta siap menghadapi tantangan hidup dengan akhlak mulia,” ungkapnya.
Ia berharap agar para fasilitator bisa kreatif dalam merancang metode bimbingan yang menarik bagi remaja. “Program ini mendukung Asta Protas Menteri Agama terkait layanan keagamaan berdampak. Program ini juga upaya menyongsong Indonesia Emas 2045, dengan memanfaatkan bonus demografi secara optimal,” pungkas Zudi.
Wcp/Mr



