Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI, Moh. Agus Salim mengatakan tingginya kuantitas muslim di Indonesia, masih belum berbanding lurus dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih tergolong rendah, yaitu sekitar 14,6 persen.
Agus menjelaskan, berdasarkan hasil temuan yang dirilis oleh The World’s Most Literate Nations (WMLN) tahun 2016 menempatkan kemampuan literasi masyakarat Indonesia masih dinilai sangat rendah.
“Apalagi kalau kita melihat minat baca di Indonesia yang juga masih tergolong rendah, oleh karena itu, Kemenag akan terus mengoptimalkan pemberdayaan dan meningkatkan layanan kepustakaan Islam dengan menggandeng Ormas Islam, Komunitas Pustaka, dan Perpustakaan Masjid untuk meningkatkan literasi masyarakat Islam,” katanya, Kamis (18/3).
Agus mengutip Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ia mengungkapkan, beberapa program unggulan yang dilakukan Subdit Kepustakaan Islam, yaitu Pustaka Digital Bimas Islam, Coaching Clinic penyusunan naskah moderasi Islam, diseminasi buku dan naskah moderasi Islam bagi pegiat pustaka, dan pengadaan buku berwawasan moderasi Islam. Program tersebut melibatkan Ormas Islam, Komunitas Pustaka Islam dan instansi lainnya.
Agus menegaskan program ini menjadi bukti komitmen untuk meningkatkan budaya literasi membaca masyarakat Islam di Indonesia, agar memiliki dampak sangat luas bagi kemajuan bangsa. Peningkatan budaya literasi akan berkontribusi terhadap tingginya produktivitas bangsa.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



