Jakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati memberi motivasi kepada mahasiswa/i prodi Manajemen Zakat dan Wakaf serta Ekonomi Syariah. Wida menyebut, mahasiswa/i tersebut telah mengelola urusan duniawi dan ukhrawi.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah di Jakarta, Selasa (4/7/2023).
“Kalian harus bangga berkuliah di prodi ini. Berkuliah di jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf merupakan hal yang sangat keren, karena kita memiliki keuntungan dunia dan akhirat,” jelasnya.
Wida mengungkapkan, mahasiswa merupakan tunas muda yang akan menjadi agen perubahan ekonomi syariah di tengah bonus demografi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
“Mahasiswa merupakan tunas muda, di mana usia anak muda yang produktif lebih besar dari yang tidak produktif. Maka, anak muda kita jadikan sebagai agent of change ekonomi syariah di tempat masing-masing,” terangnya.
Mahasiswa prodi Manajemen Zakat dan Wakaf serta Ekonomi Syariah, imbuh Wida, harus memiliki ide brilian untuk menjadi pemimpin masa depan. Menurutnya, pemimpin harus memiliki komitmen yang tinggi, inovasi, semangat, dan jiwa besar.
Wida memaparkan, Lokalatih merupakan singkatan dari lokakarya dan pelatih. Lokalatih tunas muda agent of change pada akhir 2017 digelar di Bandung, dihadiri sejumlah mahasiswa dan siswa SMA. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan ekonomi syariah di lingkungan kampus dan sekolah. “Dan pada tahun 2018, Kemenag menggelar Lokalatih di Bogor dengan mahasiswa," tuturnya.
Wida menuturkan, kegiatan ini berlanjut menjadi Zakat Wakaf Goes To Campus. Sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mengumpulkan ide-ide generasi muda yang dituangkan dalam bentuk esai.
“Waktu itu, terjadilah perlombaan esai di seluruh Indonesia yang saat itu prodi Manajemen Zakat dan Wakaf sangat terbatas, bekerja sama dengan Kampus dan ForSEI (Forum Studi Ekonomi Islam)," jelasnya.
Kegiatan Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah itu berlangsung di Jakarta selama tiga hari, Senin-Rabu (3-5/7/2023), dihadiri 75 mahasiswa/i perwakilan dari 18 perguruan tinggi pada jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf serta Ekonomi Syariah di Jabodetabek, Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.
Ba/Mr



