Jakarta, Bimas Islam --- Pribadi bertakwa yang dibentuk melalui ibadah puasa Ramadan merupakan sosok yang saleh individu dan sosial. Ketakwaan erat hubungannya dengan kepedulian seseorang kepada sesama.
Hal inilah yang disampaikan Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV, Jakarta, Minggu (1/5/22). Acara ini merupakan kerja sama Ditjen Bimas Islam Kemenag dengan JakTV yang tayang setiap hari selama Ramadan pada pukul 17.00-18.30 WIB.
"Tujuan akhir puasa adalah membentuk pribadi bertakwa. Orang bertakwa memiliki ciri-ciri suka berderma baik dalam keadaan senang atau susah. Orang bertakwa tetap peduli baik dalam kondisi susah atau senang," ujar Dirjen.
Dirjen melanjutkan, orang bertakwa mampu menahan emosi. Katanya, orang bertakwa mengetahui cara mengekspresikan kemarahan secara proporsional dan tidak berlebih-lebihan.
"Orang bertakwa bisa menahan emosi. Ia tidak mudah marah, apalagi marah yang tidak tekontrol. Marahnya proporsional, tidak berlebihan, dan tidak menghardik. Orang bertakwa juga mampu memaafkan orang lain," papar Dirjen.
Hal ini, lanjut dirjen, merupakan bukti bahwa Islam merupakan agama sempurna yang menggabungkan ibadah vertikal dan horizontal, ibadah sosial dan ritual.
"Orang bertakwa memberikan perhatian kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat secara umum. Ada korelasi signifikan antara iman seseorang dengan kehidupan sosialnya. Keduanya tidak boleh tidak terhubung," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



