Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) terus mematangkan persiapan gelaran simposium internasional bertajuk International Symposium on Innovative Masjid (ISIM) 2024. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Surakarta pada 25-27 September 2024.
Simposium yang mengusung tema “Eco-friendly Mosque, Climate Change and Future Generation” ini akan menjadi ajang berbagi ide dan konsep terkait masjid ramah lingkungan yang dapat diterapkan di berbagai tempat.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, mengatakan, terdapat banyak hal yang perlu dipersiapkan, seperti lokasi, peserta, dan aspek teknis lainnya. Selain itu, perlu dipastikan kehadiran narasumber dan tamu undangan yang telah direncanakan.
"Selain itu, rundown acara juga harus dipersiapkan dengan baik, karena di ISIM ini akan ada kegiatan penganugerahan Masjid Percontohan Nasional (AMPeRa) yang saat ini sedang dalam proses," jelas Adib kepada wartawan, Kamis (5/9/2024).
Adib juga menekankan sosialisasi kepada masyarakat serta detil tugas yang harus diselesaikan oleh penyelenggara. Adib menambahkan, kesiapan untuk menggelar acara secara hybrid juga perlu dipastikan, termasuk kesiapan perangkat daring.
Simposium ini bertujuan memperkuat kesadaran akan pentingnya peran agama dan tokoh agama dalam pelestarian lingkungan dan menghadapi perubahan iklim, menawarkan inovasi dan praktik baik dalam pengembangan masjid ramah lingkungan, serta menemukan model pengembangan masjid ramah lingkungan dari berbagai sudut pandang. Diharapkan, simposium ini dapat mewujudkan masjid ramah lingkungan dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian bumi.
Simposium masjid ini menjadi ajang pertama yang digelar Kemenag. Gelaran tersebut akan diisi dengan persentasi berbagai papers dari akademisi, pemerhati, praktisi, dan penggerak masjid dari berbagai kalangan.
Ba/Mr



