Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama RI (Kemenag), Muhammad Adib Machrus mengatakan, orang yang mengurusi KUA berarti merawat warisan para ulama. Sebab, sejarah KUA diawali dengan lembaga kepenghuluan hingga kemudian bertransformasi menjadi Kementerian Agama merupakan perjuangan dari para ulama terdahulu.
Hal itu dikatakannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Revitalisasi KUA melalui Program dan Layanan Bidang Urais Binsyar Tahun 2021 Angkatan ke-2 di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat (8/10/21) malam.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Adib itu, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, yang menjadi penghulu pertama di Indonesia adalah pendiri Nahdlatul Ulama Kiai Hasyim Asyari. Pada masa itu Kiai Hasyim Asyari disebut ‘sumubu’ dalam bahasa Belanda yang artinya penghulu.
“Siapa yang tidak kenal Kiai Hasyim Asyari pencetus resolusi jihad 10 November 1945 dan yang menggelorakan hubbul wathan minal iman itulah bapaknya KUA. Jadi saya merasa terhormat bisa melayani KUA, karena bisa menjadi bagian yang mengurusi KUA,” ujarnya kepada 78 peserta dari 27 KUA di tiga provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Dikatakan Gus Adib, KUA merupakan wajah dan referensi dari Kementerian Agama. Jadi bagaimana caranya agar KUA ini bisa menjadi outlet layanan publik yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Oleh karena itu mari kita bekerja sama mewujudkan impian kita tentang KUA yang benar-benar tangguh dan kuat, KUA yang benar-benar bisa menjadi _outlet_ layanan publik di Kemenag, KUA yang benar-benar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat, KUA yang benar-benar meneruskan cita-cita para pendahulunya,” pungkasnya.
Acara yang digelar oleh Direktorat Urais Binsyar itu berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 7-9 Oktober 2021 dan menghadirkan narasumber Staf Khusus Menteri Agama RI Muhammad Nuruzzaman, dan Pakar Psikologi Konflik Ichsan Malik dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



