Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) mendorong aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) untuk terus berperan aktif membangun kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad saat pembinaan penghulu dan penyuluh agama Islam di Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, Jumat (8/8/2025). Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Cecep Khairul Anwar.
Menurut Abu, kerukunan dan cinta kemanusiaan merupakan amanah penting yang diemban Kemenag. Namun, ia mengakui mewujudkan sikap rukun dan toleran bukan perkara mudah.
“Kerukunan dan toleran itu berat, karena harus ada keberanian dalam diri kita untuk mengakui bahwa kita wajib menghormati berbagai macam perbedaan keyakinan,” ujarnya.
Abu mengungkapkan, masyarakat yang beradab di era modern adalah mereka yang hidup rukun, damai, dan toleran. Tanpa sikap tersebut, kata dia, dunia dapat menghadapi kehancuran sosial. “Tidak ada pilihan lain kecuali damai, rukun, toleran. Sebab kalau tidak, dunia ini selesai. Bukan komplit, tapi finish artinya selesai,” tegasnya.
Ia menambahkan, kerukunan tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi harus dibangun secara konsisten melalui sikap saling menghormati perbedaan dan menjaga persatuan.
Abu juga mengaitkan semangat membangun kerukunan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menyinggung pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebut kemerdekaan diraih melalui perjuangan panjang sebelum mendapat berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
“Sebelum ‘atas berkat rahmat Allah,’ ada kata-kata ‘dengan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah…’ itu berarti kita telah berusaha,” jelasnya.
Ia menekankan, pesan ini relevan bagi ASN KUA yang setiap hari berinteraksi dengan masyarakat lintas latar belakang. Peran mereka bukan hanya administratif, tetapi juga menjadi teladan dan penggerak kerukunan di tingkat akar rumput.
“Kita harus berani mengakui dan menghormati perbedaan. Itu bagian dari keberanian moral yang akan mengokohkan persatuan bangsa,” pungkasnya.
Fn/Mr



